Khulu dan Fasakh Dalam Pernikahan - Terjemahan Kitab Bulughul Maram Bab Nikah
Advertisement

Penawaran Terbatas! Paket Data 25GB Hanya Rp 90.000
Dapatkan kuota besar 25GB untuk semua nomor AS, Loop, dan simPATI hanya dengan Rp 90.000, berlaku selama 30 hari! Internet lancar tanpa khawatir kehabisan kuota, cocok untuk streaming, gaming, dan browsing sepuasnya!
Aktifkan sekarang dan nikmati kebebasan internet!
Read More Beli Paket
Advertisement
KITAB
NIKAH
|
BAB KHULU' |
بَابُ
اَلْخُلْعِِ
| |
Hadits No. 1094 | ||
Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu bahwa istri Tsabit
Ibnu Qais menghadap Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dan berkata: Wahai
Rasulullah, aku tidak mencela Tsabit Ibnu Qais, namun aku tidak suka durhaka
(kepada suami) setelah masuk Islam. Lalu Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa
Sallam bersabda: "Apakah engkau mau mengembalikan kebun kepadanya?". Ia
menjawab: Ya. Maka Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda (kepada
Tsabit Ibnu Qais): "Terimalah kebun itu dan ceraikanlah ia sekali talak."
Riwayat Bukhari. Dalam riwayatnya yang lain: Beliau menyuruh untuk
menceraikannya.
|
َعَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ - رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا- ( أَنَّ اِمْرَأَةَ
ثَابِتِ بْنِ قَيْسٍ أَتَتْ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَتْ : يَا
رَسُولَ اَللَّهِ ! ثَابِتُ بْنُ قَيْسٍ مَا أَعِيبُ عَلَيْهِ فِي خُلُقٍ وَلَا
دِينٍ , وَلَكِنِّي أَكْرَهُ اَلْكُفْرَ فِي اَلْإِسْلَامِ , قَالَ رَسُولُ
اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَتَرُدِّينَ عَلَيْهِ حَدِيقَتَهُ ? , قَالَتْ :
نَعَمْ قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم اِقْبَلِ اَلْحَدِيقَةَ ,
وَطَلِّقْهَا تَطْلِيقَةً ) رَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ وَفِي رِوَايَةٍ لَهُ : (
وَأَمَرَهُ بِطَلَاقِهَا )
| |
Hadits No. 1095 | ||
Menurut riwayat Abu Dawud dan hadits hasan Tirmidzi:
bahwa istri Tsabit Ibnu Qais meminta cerai kepada beliau, lalu beliau menetapkan
masa iddahnya satu kali masa haid.
|
َوَلِأَبِي دَاوُدَ , وَاَلتِّرْمِذِيِّ وَحَسَّنَهُ
: ( أَنَّ اِمْرَأَةَ ثَابِتِ بْنِ قَيْسٍ اِخْتَلَعَتْ مِنْهُ , فَجَعَلَ
اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم عِدَّتَهَا حَيْضَةً
)
| |
Hadits No. 1096 | ||
Menurut riwayat Ibnu Majah dari Syu'aib, dari ayahnya,
dari kakeknya, r.a: Bahwa Tsabit Ibnu Qais itu jelek rupanya, dan istrinya
berkata: Seandainya aku tidak takut murka Allah, jika ia masuk ke kamarku, aku
ludahi wajahnya.
|
َوَفِي رِوَايَةِ عَمْرِوِ بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ
عِنْدَ اِبْنِ مَاجَهْ : ( أَنَّ ثَابِتَ بْنَ قَيْسٍ كَانَ دَمِيمً ا وَأَنَّ
اِمْرَأَتَهُ قَالَتْ : لَوْلَا مَخَافَةُ اَللَّهِ إِذَا دَخَلَ عَلَيَّ
لَبَسَقْتُ فِي وَجْهِهِ )
| |
Hadits No. 1097 | ||
Menurut riwayat Ahmad dari haditsh Sahal Ibnu Abu
Hatsmah: Itu adalah permintaan cerai yang pertama dalam Islam.
|
َوَلِأَحْمَدَ : مِنْ حَدِيثِ سَهْلِ بْنِ أَبِي حَثْمَةَ : ( وَكَانَ
ذَلِكَ أَوَّلَ خُلْعٍ فِي اَلْإِسْلَامِ )
| |
Bulughul Maram
versi 2.0 © 1429 H / 2008 M Oleh : Pustaka Al-Hidayah
|
Advertisement